Shalawat Tarhim: Dari Mesir ke Surau di Dekat Rumah

Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk ..

Yâ imâmal mujâhidîn ..

 

Video di atas adalah lantunan Shalawat Tarhim yang biasa kita dengar dari pengeras suara di masjid-masjid atau musholla sebelum adzan subuh (Ngerti kan bro?? mangkane tah ojok turu ae lek subuh, pantes gak ngerti :D). Shalawat ini sangat populer di kalangan masyarakat muslim Indonesia, khususnya yang tinggal di desa-desa atau pinggiran kota di Jawa Timur. Di tempat saya sendiri (Kecamatan Cerme, Gresik) shalawat ini masih rutin ‘dipakai’ sampai sekarang. Gak tau kapan kadaluarsanya 😀

Sekilas tentang Shalawat Tarhim

Menurut investigasi Mr. Google, shalawat ini pertama kali dipopulerkan di Indonesia melalui Radio Yasmara (Yayasan Masjid Rahmat), Surabaya pada akhir tahun 1960’an. Penciptanya adalah Shaykh Mahmoud Khalil Al Hussary, ketua Jam’iyyatul Qurro’ di Kairo, Mesir. Bagaimana asal mula ceritanya shalawat tarhim ini akhirnya bisa sampai ke musholla di dekat rumah saya? Menurut Cak Nun Syaikh Al Hussary pernah berkunjung ke Indonesiamisi belum diketahui, mungkin dalam rangka study tourdan beliau ‘dibajak’ di Lokananta, Solo untuk rekaman shalawat tarhim ini. Demikian sekilas info 🙂

Syaikh Mahmoud Al-Hussary (1917-1980, محمود خليل الحصري) adalah ulama lulusan Universitas Al-Azhar dan merupakan salah satu Qâri’  (pembaca Quran) paling ternama di jamannya, sampai-sampai ia digelari Shaykh al-Maqâri (sing ahli qiroah). Syaikh Al-Hussary dikenal karena kepiawaiannya dalam membaca Qur’an secara tartîl. Ia mengatakan bahwa membaca Qur’an bukan semata-mata tentang irama (lagu) atau seni bacaannya, yang paling penting adalah tartîl: memahami bacaan Qur’an dengan baik dan benar, yaitu melalui studi kebahasaan (linguistik) dan dialek Arab kuno, serta penguasaan teknik pelafalan huruf maupun kata-perkata dalam Quran. Dengan begitu bisa dicapai tingkat kemurnian (keaslian makna) yang tinggi dalam membaca Al-Qur’an.

Pantes saja setiap kali dengar shalawat tarhim bawaannya pengen meweks mulu.. jadi ingat kezuhudan, kemurah hatian dan kemuliaan akhlak Nabi (T__T). Menurut saya shalawat tarhim adalah salah satu karya terbaik Syaikh Hussary, buktinya sampai sekarang masih eksis diputar di masjid-masjid dan musholla di pelosok Indonesia. Shalawat ini selalu berhasil mengingatkan saya bahwa tak berguna sama sekali yang namanya sombong, riya’ dan kekayaan duniawi jika dibandingkan dengan keteguhan iman serta keikhlasan hati dalam mentaati perintah Nya (memang tak mudah, tapi harus diniatkan dan diupayakan sekuat tenaga). Cak Nun pernah membahas secara khusus tentang shalawat tarhim ini dalam sebuah pengajian, beliau juga mbrebes mili waktu membacakannya (bisa dilihat di sini).

Video qiraah Syaikh Al-Hussary di Masjid Namirah, Mekkah (1958)

Bagi saya shalawat tarhim karya Syaikh Al-Hussary memang khas, sangat berkesan dan enak sekali didengar. Khas karena shalawat ini identik dengan suasana subuh, dan (mungkin) hanya populer di Indonesia; berkesan karena mengingatkan saya kepada beberapa hal:

  • Surau (langgar) di depan rumah lama saya, namanya “Darussalam”. Di surau ini saya mulai belajar membaca Al-Qur’an dan Tajwid.
  • Bulan Puasa (Ramadhan), terutama saat makan sahur. “Poro bapak poro ibu monggo enggal-enggal sahur sakmeniko imsak kirang 10 jam” 😀
  • Nenek saya yang dulu sering membangunkan saya (waktu masih kecil) untuk sholat subuh berjamaah di surau depan rumah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya serta memberinya tempat yang lapang di sisiNya. Amiin.
  • Kisah hidup dan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad saw. Shalawat tarhim ini berisi pujian kepada Nabi, lirik dan irama bacaannya sangat indah dan menyentuh hati.

 

 Lirik shalawat tarhim:

Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ imâmal mujâhidîn yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral hudâ yâ khayra khalqillâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral haqqi yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu
Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâi wa antal imâmu
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman wa sai’tan nidâ ‘alaykas salâm
Yâ karîmal akhlâq yâ Rasûlallâh
Shallallâhu ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ashhâbika ajma’în

(untuk teks Arabnya bisa dilihat di sini):

Arti (terjemahan) shalawat tarhim:

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik
Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu
Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi
Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur
Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu dan engkau menjadi imam
Engkau diberangkatkan ke Sitratul Muntaha karena kemuliaanmu
Dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu
Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah
Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.

(file mp3 shalawat tarhim bisa didownload di sini):

Kesimpulan:

Shalawat tarhim ini enak didengarkan kapan saja, menurut saya yang paling enak pas malam hari atau menjelang subuh. Manfaat yang didapat dari mendengar shalawat tarhim, selain membangkitkan keterikatan emosional antara diri kita dengan Nabi saw, menenangkan pikiran yang jenuh dan hati yang kalut, juga bisa sebagai tombo kangen keluarga di rumah (di desa, kampung) dan orang-orang tercinta yang sudah tiada.

Advertisements

67 thoughts on “Shalawat Tarhim: Dari Mesir ke Surau di Dekat Rumah

  1. mas,aku biyen ben dino mirengke solawat tarkhim waktu masih di Lumajang dan Malang,. sekarang sejak dijakarta saya gak pernah denger lagi :-[ ..
    Yang saya ingat dari solawat tarkhim ini,selain solat subuh juga waktu nungguin buka puasa,.
    jadi keinget masa kecil,.
    Matur nuwun postingannya…

  2. Betul, mbrebes mili ingat masa kanak2 d bangunin ibu untuk sahur. Semoga almarhumah ibu dan alm ayah memperoleh ketenangan disisi ALLAH dan jannatunna’iim.AAMIIN

  3. ntah kenapa sy jadi kangen buanget sama suara tahrim ini. tahrim ini mengingatkan sy ketika bertugas di indonesia timur-maluku utara, hampir semua masjid surau mengumandangkan tahrim ini secara bersamaan, takjub sekali sy ketika itu. membangkitkan kenangan terutama di ternate,tidore,bacan,sanana,sofifi,galela,sidangoli,daruba,dll. subhanalloh, semoga tetap lestari sampai akhir zaman, ammiinn yra.

  4. ijin download tadz ya ,,,,pingin saya kumandangkan sholawat tarhim ini,,,boleh ya’?????tapi knapa kok sulit ya downloadnya?….

  5. Alhamdulillah……setelah sy download temen2 pada minta share tuh shalawatnya…..dan yang lebih seneng lagi dah berkumandang tuh di mushollah deket rumah hasil download-an dari sini……sukron gan….mudah2an biar banyak lagi mushollah ditempat saya yang muter shalawat tarhim ini.

  6. Salam mas..
    makasih kunjungan anda ke blog saya yg reot tempo hari… blog anda siiip dan bagus, tulisan2nya menarik…
    tentang sholawat tarhim ini wah lengkap sekali… akan saya link di postingan saya tentang sholawat tarhim…

  7. Bangun Pagi-pagi jam 04 00, fikriyanto anak laki-laki ku terbangun dan menangis sendiri tanpa sebab.
    Setelah aku menenangkanya kemudian merenung sesaat dan setelah berhenti menangis aku meraih samsung galaxy tab ku untuk online dan googling. Tak tau kenapa perasaan dan hatiku mengarahkan ku pada key word ‘tarhim mp3’. Akhirnya aku di arahkan menuju website ini dan apa yang aku baca sesuai dan persis sekali dengan kata hati dan ke inginanku. Kata-kata di website ini mengingatkan aq waktu aku masih kecil bahkan balita yang aku dengar paling berkesan dan daling dapat menenangkan aku adalah tarhim pada waktu sahur. Banyak makna dan banhak arti tarhim ini dalam kehidupan ku.
    Semoga yang membuat artikel ini diberikan kebahagian di dunia dan akhirat, diberikan jalan anugrah nikmat padanya amin. Trimakasih buat mengingatkan ku pada shalawat tarhim dan ilmu di baliknya.

    Riyan

    1. subhanallah walhamdulillah..
      amiin ya Rabbal ‘alamiin, terimakasih atas doa’anya mas Riyan, semoga sampean dan keluarga juga mendapat kebahagiaan dunia akhirat..

      salam kenal,
      mohammad shofie

  8. tapi aku mesti ngantuk e ngrungokno tarkhim iku… opoh maneh pas posoan, mari sahur krungu tarkhim = turu hahaha dasar setan!!

      1. btw wes tak promosino, ws download a “midnight in paris” karo “the three musketeers” yo tentang france pisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s