Ketinggalan Pesawat

17 Februari, 2012

Hari ini, tepat dua tahun yang lalu, mestinya saya sudah tiba di rumah. Akan tetapi takdir berkata lain: saya harus rela ngemper di sebuah Bandara, 5333 kilometer dari rumah.

Rangkuman kronologis kejadiannya seperti berikut:😀

  • Selasa, 30 Juni 2009: Alhamdulillah.. dapat email dari National Institute for Physiological Sciences, Okazaki, Jepang. Isinya pemberitahuan bahwa saya lolos seleksi untuk mengikuti short-term visit di NIPS selama dua minggu😀
  • Minggu, 8 November 2009: Berangkat ke negerinya Doraemon
  • Sabtu, 21 November 2009: Pulang ke negara tercinta😀
  • Jumat, 12 Februari 2010: Balik lagi ke Jepang dalam rangka ikut seleksi Program Ph.D (Gagal mas bro :D)
  • Rabu, 17 Februari 2010: And the story begin..

Rabu, 17 Februari 2010

Lihat jam: 06.30 (waktu Jepang). Gelodak!! langsung ke kamar mandi, cuci muka sama sikat gigi. Ganti pakaian, beres-beres barang, tas, koper, sampah, dll. Emmm.. ada yang ketinggalan gak ya?? Gak ada! langsung turun tangga ke bagian administrasi dormitori kampus, nyerahin kunci kamar, pake sepatu trus buka pintu kaca depan. Sayonaraaaa mina san..!

Mishima Lodge (sisi sebelah kanan, kalau malam sereeeeem :D)

Ternyata teman saya sudah nunggu di depan, katanya sudah setengah jam(an) nunggu. Teman saya ini adalah adek angkatan waktu kuliah dulu. Namanya Dwi Wahyu Indriati, panggilannya Atik, dia studi Ph.D di NIPS sejak Oktober 2008 (kalau gak salah). Tanggal 5 Februari kemarin dia baru saja nikah😀 Selamat ya Tik, semoga jadi keluarga sakinah n studinya bisa selesai tepat waktu..

Sambil setengah lari saya dan Atik menuju ke salah satu tempat pemberhentian bus terdekat. Katanya Atik, kalau jalan kaki ke stasiun kelamaan, waktunya gak nutut. Setelah nunggu akhirnya bus datang. Ngeeeeeng.. Ciiiiiit..!! bus tiba di depan stasiun “Higashi Okazaki“. Sambil lari-lari saya ngikutin Atik ke arah loket karcis, lalu naik tangga menuju ruang tunggu kereta. Nah, ada yang unik di sini. Si petugas stasiun (kalau di Indonesia mungkin semacam satpam) selalu mengucapkan “Ohayo gozaimasu” (sambil agak menundukkan kepala) kepada setiap orang yang melewati pintu masuk untuk (berbaris) menunggu kereta. Setelah saya amati, ternyata si bapak ini terus saja mengucapkan Ohayo gozaimasu sejumlah orang yang datang ke stasiun (lha lek wonge kabehe 200, opo gak ngiler iku marine). Keren kan?

Higashi Okazaki (kayaknya ini bagian belakang stasiun, agak lupa)😀

Perjalanan dilanjutkan ke Central Japan International Airport (Centrair), Nagoya. Lama perjalanan dari Higashi Okazaki ke Centrair sekitar 40-45 menit. Di dalam kereta saya ga bisa santai, yang ada dalam pikiran cuma bayangan pesawat Japan Airlines (JAL) yang sudah siap-siap mau take-off. Jadwal penerbangan saya jam 08.45, sementara jam 08.00 saya masih di dalam kereta (baru 10 menit perjalanan, masih ada 30 menit lagi). Akhirnya sampai di bandara, dan perasaan saya makin gak karuan. Sambil lari saya melirik ke arah jam yang tergantung di dinding (08.35). Allahu Akbar! saya berlari makin cepat, menyerobot lalu-lalang orang-orang di sepanjang jalan menuju pintu masuk airport (minggir.. minggir.. barang atos whoiiiii). Kasihan Atik, dia juga ikut lari-lari sambil membawakan sebagian barang bawaan saya (seru kan Tik? hehe).

Lobi Kedatangan & Pusat Layanan Informasi, Centrair

Saya dan Atik masih panik, kebingungan mencari lokasi lobi keberangkatan. Masih terus berlari-lari kesana kemari sambil tengok kanan-kiri (koyok wong ilang), lalu ada mbak cantik (pramugari) yang menghampiri kami sambil menanyakan sesuatu. Begitu si mbak melihat e-ticket yang dipegang Atik, saya bisa melihat dengan jelas respon terkejut di wajahnya. Mbaknya langsung berlari sembari memberikan isyarat ke kami untuk mengikutinya (mlayu maneeeeeh). Tak lama kemudian kami sampai di loket pemeriksaan tiket (check-in counter). Satu lagi mbak cantik (staf JAL) datang menghampiri kami sambil melihat e-ticket yang dipegang Atik, “hikôki mo chotto..”, begitu kata si mbaknya (sambil mengisyarakatkan pake tangan kalau pesawat saya baru saja take-off). Apppaaahh?!! seketika itu saya panik dan cemas tapi tidak sepanik waktu turun dari kereta. Staf JAL yang ada di bagian konter meminta e-ticket saya, dia bilang akan mencoba mencarikan penerbangan yang lain ke Jakarta. Teman saya sempat was-was kalau saya bakal diminta membayar biaya tambahan untuk tiket yang baru. Alhamdulillah aman! Kata mbaknya, saya sudah dibooking-kan kursi kosong untuk penerbangan Tokyo-Jakarta tapi sayangnya jadwal penerbangan ke Jakarta hanya ada satu kali keberangkatan/hari. Horeeeee, saya ga jadi pulang😀

Kesusu budal ae cak, aku gak dienteni😦

Setelah diberi e-ticket baru oleh staf JAL dan dikasih tau bahwa jadwal penerbangan saya diganti keesokan harinya (18 Februari 2010, jam 08.45), saya agak lega. Lalu saya dan Atik berjalan menepi mencari tempat duduk untuk melepas lelah (asli awak rasane koyok digepuki wong sak kampung, pegel campur lemes). Saya bilang ke Atik kalau saya tidur di Airport saja, gak masalah. Dia menawarkan ke saya untuk tidur di apartemen temannya, atau kalau mau bisa mencoba putar balik ke Okazaki nginep di laboratoriumnya sensei. Whattt?! Semalam sebelumnya saya sudah pamit pulang ke sensei dan teman-teman di laboratorium, kan gak lucu kalau tiba-tiba saya datang lagi ke laboratorium bawa koper dan bangkelan sambil tertunduk lesu, “maaf saya ketinggalan pesawat, apa saya bisa tidur di lab malam ini??” 😦

Di Airport saya ditemani Atik sampai jam 3(an) sore: jalan-jalan ke laut, keliling airport, ditraktir makan dan dibelikan Tokyo Banana.. hehe (suwun tik, engko ganti tak traktir godo gedhang). Jam 15.00 Atik balik ke Okazaki .. Saya pun lontang-lantung sendirian di airport, karena merasa masih kecapekan setelah lari-lari tadi, saya tidur di kursi panjang di salah satu sudut ruangan. Tas dan barang-barang bawaan saya titipkan di brankas penitipan (bayar pake koin). Tak terasa sudah malam. Perut lapar. Saya jalan-jalan cari makan, sambil jepret-jepret kanan kiri pake HP tercintah (Sony Ericsson W880i).

Jam 21.00 bandara sudah mulai sepi, lampu di lobi-lobi utama dan ruang tunggu sudah mulai dipadamkan. Saya pindah ke ruangan khusus yang disediakan bagi penumpang yang terpaksa menginap di bandara karena suatu hal (mungkin penundaan jadwal keberangkatan pesawat). Ruangannya tidak terlalu besar, ada kantin kecil dan beberapa kursi panjang untuk tidur. Saya lihat di ruangan sebelah ada beberapa orang lagi cangkruk sambil minum bir, juga segerombolan pramugari dan pilot berjalan melewati ruangan tunggu menuju hotel Centrair. Februari adalah musim dingin, anginya kenceng banget. Saya sampe menggigil kedinginan, padahal kondisi ruangan cukup tertutup dan saya sudah memakai jaket. Pas enak-enak tidur, tiba-tiba saya dibangunkan oleh dua orang petugas keamanan bandara (semacam satpam lagi). Pak satpam ini meminta saya menunjukkan paspor dan visa. Setelah dilihat-lihat, mereka mengembalikan paspor saya dan mengajukan beberapa pertanyaan ‘aneh’ seputar agama (SARA wong iki!). Seingat saya, mereka bertanya apakah saya mengetahui lokasi masjid di Nagoya, apakah saya pernah ke sana, apa yang saya lakukan selama di Okazaki, bagaimana saya beribadah selama di Okazaki, berapa kali saya beribadah (sholat) dalam sehari, bla.. bla.. (minggatooooo..!)😀

Lha kok wes isuk.. jam 05.30 saya menuju brankas penitipan barang untuk mengambil tas dan barang-barang bawaan. Lalu ke toilet cuci muka dan gosok gigi. Fressshhh! Pesawat baru berangkat jam 08.45, jadi masih 2,5 jam lagi menunggu. Saya gunakan 2,5 jam ini untuk melihat-lihat pesawat dari atas balkon bandara sambil jepret-jepret😀

Jam 08.30 saya sudah di ruang tunggu untuk boarding pass dan bersiap-siap meninggalkan Nagoya. Sebenarnya cerita masih berlanjut di Narita, Tokyo, tapi ga penting.. Hehe. Singkat cerita, setelah menempuh perjalanan 6 jam Tokyo-Jakarta, lalu transit di Jakarta selama 4 jam sebelum berangkat ke Surabaya, akhirnya saya sampai di rumah jam 00.00 (sekitar jam 12 malam). Alhamdulillah..

Catatan:

20 Oktober 2009tiga bulan sebelum kejadian ini (ngemper di bandara)saya mendapatkan email dari sekretarisnya sensei di NIPS, namanya Reiko Kimura. Ia memberitahukan bahwa nanti pada tanggal 8 November 2009, yakni setibanya saya di Centrair, saya diminta menginap di Comfort Hotel Centrair (kamar sudah dipesankan). Saya mengirimkan email balasan ke Ms. Reiko Kimura, isinya menolak secara halus untuk menerima fasilitas tidur di hotel, saya ingin tidur di bandara saja (jika diijinkan oleh pihak NIPS). Keesokan harinya saya mendapat email balasan dari Ms. Reiko Kimura, ia mengatakan bahwa fasilitas yang saya peroleh (menginap di hotel) sudah menjadi protokol (ketentuan) dari NIPS, jadi saya diminta untuk mengerti dan menerimanya. Karena aturannya seperti itu, ya sudah saya terima.

12 Februari 2010 saya balik lagi ke Jepang untuk yang kedua kalinya dalam rangka mengikuti ujian masuk universitas. Tanpa saya duga sebelumnya, ternyata keinginan saya untuk tidur di bandara dulu dikabulkan. Menurut jadwal, tanggal 17 Februari 2010 saya sudah harus pulang ke Indonesia, akan tetapi takdir berkata lain: saya bangun kesiangan, ketinggalan pesawat, akhirnya tidur di bandara 😀

31 responses to this post.

  1. Posted by Kitkat Addict on May 11, 2012 at 8:56 pm

    Hi semua kami menjual berbagai snack jepang sperti berbagai rasa kit kat dan kami sedang buka PO utk tokyo banana, arrival 26 may! Let me knw if anyone’s interested🙂

    Reply

  2. Posted by viruz on March 3, 2012 at 10:38 pm

    crt yg menarik….

    Reply

  3. Wuoow ketinggalan pesawat di Jepang? Poor youu. Hahaha. Btw Tokyo Banana itu kue paling lembut yang pernah saya makan. Seperti kata teman saya, “Belum pernah ke Jepang namanya kalau belum beli Tokyo Banana.”

    Reply

  4. disinyalir sedang menggarap artikel baru ..:mrgreen:

    Reply

  5. hajimemashite…watashi wa hansamu desu…hahahahaha:mrgreen:
    wih, fotonya keren, nuansa biru yang sungguh eksotis

    Reply

  6. parkir ahh😛
    learningfromlives.wordpress.com/2012/02/19/seekor-burung-yang-pincang-dan-buta/

    Reply

  7. Posted by gogo on February 19, 2012 at 8:47 am

    totemo sugoiii…. keren kisahnya bro, btw foto2 mbak2 cakepnya ad gak..

    Reply

  8. Posted by inung on February 18, 2012 at 8:09 am

    Kyo nasib ku pas imlek wingi🙂

    Pswt bdo-sby sold out kabeh,klo ttp pgin plg hrs lari k jkt
    Naek kretA bs ajj,tp pnglman pas brgkt dlm kreta 12jam,
    Bokong kemeng cakk.. ;p

    Pswt Jkt-sby pg,tllu pgi mlah.. Travel durung buka,gk nutut
    Naek buz takut maceeeettt… Palgi mlm2,hilh..
    Akir’e ikut jdwl siang,tp ttp gk dpt travel,

    Walhasil ambil travel VIP,naek alphard,cm 3org,
    tp rego’e 3x lipat,hmpir sm dg hrg tiket pswt,
    Demi niat plg k sby,dan krn sdh mbolos krj 1hr,yawislah..
    Brgkaattttt…..!!!
    Mak hwuueezztt… 1jm sp d sby,

    NB: Ojo sp ngempeR nak bandra,
    Masio ‘Soekarno-Hatta’ tp aq yoo gk ngerti paRan,haha..😀

    Reply

  9. rung tau numpak pesawat reks.. T_T
    kapan yo???
    “kalo sudah rejekinya ”
    earningfromlives.wordpress.com/2012/02/17/mengapa-suprax125-jauh-mengalahkanjupiter-mx-di-tahun-2011/

    Reply

  10. Posted by himamhqq on February 18, 2012 at 4:18 am

    haha akhirnya, wani cerito nang kene, mangkane ojo kulino mbangkong :p

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: